DAMPAK PERNIKAHAN DINI

 

Tak hanya masalah korupsi, masalah kriminalitas ataupun masalah pendidikan yang sekarang harus dihadapi oleh negara Indonesia. Namun juga masalah pernikahan dini yang sekarang marak sekali. Di dalam Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tenang Perkawinan yang menyebutkan di salah satu poinnya bahwa batas usia pernikahan adalah minimal berusia 16 tahun untuk perempuan. Hal ini tidak selaras dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) dan Pusat Penasihat Perkawinan dan Perceraian Kementerian Agama yang mempromosikan mengenai usia yang sudah siap menikah adalah 25 tahun untuk laki-laki dan 21 tahun untuk perempuan. Badan Pusat Statistik (BPS) yang berkolaborasi dengan United Nations Children’s Fund (UNICEF), telah melakukan penelitian dan mengungkapkan dampak dari pernikahan dini ini. Yang pertama dampak negatif yang dapat di rasakan oleh anak perempuan adalah hilangnya hak sebagai seorang anak. Hak tersebut diantaranya adalah hak dilindungi dri eksploitasi, hak tidak dipisahkan dari orang tua, hak pendidikan, hak untuk hidup bebas dari dari kekerasan dan pelecehan, serta hak kesehatan. Berhubungan dengan hak kesehatan, anak yang menikah dini akan memiliki risiko lebih tinggi dalam proses melahirkan di bandingkan degan perempuan yang sudah memiliki cukup umur. Bukan hanya masalah kesehatan fisik, namun juga akan mengalami masalah dalam psikologinya antara lain seperti, depresi, cemas, dan juga bisa memiliki keinginan untuk  mengakiri hidupnya. Dan juga pengetahuan mengenai seksualitas yang masih minim dapat meningkatkan risiko terkena penyakit seks menular.

Dampak negatifnya juga dapat di rasakan oleh anak yang nantinya lahir dari pernikahan dini tersebut, antara lain bayi yang lahir dalam keadaan prematur, terjadinya stunting, kekurangan gizi, dan juga angka risiko kematian bayi lebih besar. Sedangkan dampak di masyarakat, di antaranya tidka terputusnya rantai kemiskinan yang ada. Karena pernikahan dini terjadi rata-rat dikarenakan oleh faktor perekonomian yang ada, dan ini akan berdampak pada proses mendidik anak yang telah lahir tersebut. Dan pada akhirnya juga akan berdampak pada rantai kemiskinan yang tidak akan terputus.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *